Kebijakan Pendidikan Kewirausahaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Bela Negara bagi Generasi Muda

Susetya Herawati
Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta

DOI: https://doi.org/10.32533/04204.2020

Abstract


Kebangkitan Nasional yang dimulai dengan berdirinya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, berlanjut pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 adalah sebuah kesadaran dari kaum muda terdidik yang bangkit dengan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia. Kemerdekaan tersebut saat ini diisi oleh generasi muda melalui peran sertanya dalam pembangunan. Mencintai negara bangsa dan daerahnya dengam melakukan pembangunan melalui nilai-nilai budaya lokal sebagai wujud dari kesadaran bela negara. Pendidikan kewirausahaan menjadi salah satu upaya pemuda untuk dapat mengembangkan dirinya sesuai minat, bakat dan potensi untuk menjadi pemuda yang mandiri secara ekonomi. Kesadaran bela negara melalui kewirausahaan dengan mengutamakan nilai -nilai budaya lokal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan konsep Dynamic Governance (thinking ahead, thinking again dan thinking across) yang oleh Ki Hadjar Dewantara direpresentasikan dalam berkarya yang produktif melalui cara Niteni, Niroke dan Nambahi. Keberhasilan Pendidikan kewirausahaan sebagai bagian dari belanegara merupakan perwujudan dari sila ke lima Pancasila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Keywords


bela negara; kewirausahaan; pemerintahan dinamis; generasi muda

Full Text:

PDF

References


Abdulah, S, 2002, Perencanaaan Daerah Partisipatif, Yogyakarta: Swara Pembaharuan.

Abdullah, Taufik, 1974, Pemuda dan Perubahan Sosial, Jakarta: LP3ES.

Abdullah, Yasin, 1974, Pemuda dan Perubahan Sosial, Jakarta: LP3ES.

Eko, Sutoro, 2004, “Model Sosial, Desentralisasi dan Demokrasi Lokal,†Analisis CSIS 33 (3): 299-326

E. Stiglitz, Joseph, 2006, Making Globalization Work: Menyiasati Globalisasi Menuju Dunia Yang lebih Adil

Holt, K, David, 2005, Entrepreneur & Entrepreneurshipâ€, Jakarta: Kencana.

Joesoef, Daoed, 2014, Studi Strategi, Logika Ketahanan dan Pembangunan Nasional, Jakarta: Kompas.

----, 2016, Nilai Keindonesiaan, Tiada Bangsa Besar Tanpa Budaya Kokoh, Jakarta: Kompas.

Kasim, Azhar dkk, 2017, Merekonstruksi Indonesia, Sebuah Perjalanan Menuju Dynamic Governance, Jakarta: Kompas.

Kodrat, David S, 2009, Manajeman Strategi: Membangun Keunggulan Bersaing Era Globalisasi Di Indonesia Berbasis Kewirausahaan, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Latif, Yudi, 2011, Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,

..........., 2014, Mata Air Keteladanan: Pancasila dalam Perbuatan, Bandung: Mizan

.......... 2015, Revolusi Pancasila, Bandung: Mizan.

Osborne, David dan Ted Gaebler. 2003. Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi): Sepuluh Prinsip untuk Mewujudkan Pemerintahan Wirausaha. Jakarta: PPM.

Sing, Boong & Chan Geraldin, 2007, Dynamic Governance, Embedding Culture, Capabilites and Change in Singapore, Singapore: World Scientific Publishing.co. Pte. Ltd.

Swasono, Sri Edi, 2010, Kembali Ke Pasal 33 UUD 1945 Menolak Neoliberaliisme, Jakarta: Yayasan Hatta.

Vigado, Eran, (editor), 2002. The Legecy of Public Administration: Background and Review. Dalam Public Administration: An Interdisiplinary Critical Analysis, New York: Marcel Dekker, Inc.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2021 Susetya Herawati