Budaya Menghafal Al-Quran: Motivasi dan Pengaruhnya Terhadap Religiusitas

M. Nurul Huda

Abstract


Alquran pada masa awal turunnya banyak dihafalkan oleh para sahabat. Mereka menghafal dengan motivasi utama menjaga kemurnian dan kelanggengan Alquran. Karena jika Alquran tidak dihafal, dengan sendirinya Alquran akan hilang. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak umat Islam yang menghafal Alquran. Tentu tujuan utama bukanlah untuk menjaga kelanggengan Alquran, karena sudah banyak teknologi canggih untuk menyimpan Alquran. Motivasi mereka kini bermacam-macam. Tulisan ini membahas motivasi-motivasi para penghafal Alquran masa kini. Sekaligus menyelidiki pengaruh hafalan Alquran terhadap religiusitas mereka. Data lingkup kecil menemukan bahwa hafalan mereka tidaklah berpengaruh secara siginifakan terhadap religiusitas mereka.

Keywords


hafalan Alquran; motivasi menghafal; religiusitas.

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, Dudung. 2014. Komunitas-Multikultural dalam Sejarah Islam Periode Klasik. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Abu Zaid, Nasr Hamid. 2005. Tekstualitas Al-Quran, trans. Khoiron Nahdliyyin. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

Athaillah, H.A. 2010. Sejarah al-Quran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haryatmoko. 2016. Membongkar Rezim Kepastian. Yogyakarta: Kanisius.

Hasan, Noorhaidi. 2018. Literatur Keislaman Generasi Milenial. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga.

Pals, Daniel L. 2012. Seven Theories of Religion, trans. Syukri. Yogyakarta: Divapress.

As-Shalih, Subhi. 2001. Membahas Ilmu-ilmu Al-Quran. Jakarta: Pustaka Firdaus.

Tibi, Bassam. 1999. Islam, Kebudayaan, dan Perubahan Sosial, trans. Misbah & Zainul. Yogyakarta: Tiara Wacana Yogyakarta.




DOI: https://doi.org/10.32533/02205.2018

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 M. Nurul Huda